Bali The Last Paradise Pura PURA KEREBAN LANGIT SADING, PURA SUCI YANG PENUH MITOS DAN DESAIN UNIK

PURA KEREBAN LANGIT SADING, PURA SUCI YANG PENUH MITOS DAN DESAIN UNIK

PURA KEREBAN LANGIT SADING, PURA SUCI YANG PENUH MITOS DAN DESAIN UNIK

Banyak pura suci yang memiliki arti khusus dan sakral di Bali. Salah satunya adalah Pura Kereban Langit Sading. Tidak hanya memiliki bangunan yang unik dengan hiasan arca khas bangunan pura, namun struktur lokasi pura juga cukup unik.

Keunikannya terletak pada bangunan pura yang berada pada sebuah goa dengan kedalaman 6 meter. Ditambah unik dengan adanya lubang di atas goa tersebut sehingga sinar matahari dapat masuk ke dalam goa. Kondisi inilah sehingga pura suci ini dinamakan Pura Kereban Langit Sading yang mempunyai makna pura yang beratapkan langit dan berada dalam goa.

Di dalam goa inilah Tirtha Selaka yang dicari pada proses kelahiran Sri Masula-Sri Masuli berada. Terdapat juga beberapa pelinggih yaitu Pelinggih Ratu Gede, Pelinggih Ratu Made dan Pelinggih Ratu Ayu yang terdapat di sebelah kanan pancuran Tirtha Selaka.

Di sebelah kanan Padma, terdapat pancuran Tirtha Selaka dengan berhiaskan relief Bima dan dijaga beberapa patung Terakota. Di luar goa ada dua pelinggih Padma. Di luar tembok pura, sebuah pelinggih Batu Bolong dilengkapi dengan tiga buah bangunan untuk keperluan adat dan agama terdapat di sana.

Di sebelah selatan pura, terdapat sebuah pemandian umum dengan 5 buah pancuran. Pancuran ini bersumber dari Tirtha Selaka yang berada dalam goa.

Upacara Melukat di Pura Kereban Langit Sading Kebanyakan umat yang datang untuk melakukan upacara melukat sebagai pembersihan diri karena terdapat pancuran air suci. Upacara Piodalan biasanya dilangsungkan pada hari Rabu Wage Wuku Ukir dengan tingkatan upacara sederhana yaitu berupa sesayut pengambean. Upacara Piodalan ini dihaturkan oleh pemangku yang dipilih berdasarkan garis keturunan.

Beberapa dewa yang dipuja di Pura Kereban Langit Sading seperti Dewa Wisnu, Ratu Gede Lingsir, Ratu Ayu serta Ratu Made. Pura ini tak hanya tempat suci untuk pembersihan diri, namun juga untuk memohon kesembuhan dari penyakit dan memohon keturunan.

Mitos Masyarakat di Tirtha Selaka Pura Kereban Langit Sading Hal ini merujuk pada sebuah cerita, ada sepasang suami istri yang tidak dikaruniai anak setelah sekian tahun menikah. Lalu suami tersebut memohon kepada dewa agar istrinya bisa hamil dan dikaruniai seorang anak.

Akhirnya suami mendapat petunjuk untuk mencari air (Tirtha Selaka) yang berada dalam goa di Desa Sading. Kemudian air suci tersebut diminumkan kepada istrinya. Selang tak berapa lama istripun akhirnya mengandung dan melahirkan anak kembar.

Dari sejak itulah, Tirtha Selaka di Pura Kereban Langit disucikan dan dianggap membawa berkah bagi siapapun yang menggunakan air tersebut. Meski tentu saja, kebenaran dari mitos ini masih menjadi perdebatan. Terlebih, hingga saat ini belum ada bukti otentik ataupun analisis secara ilmiah terkait hal ini.

Lokasi Pura Kereban Langit Sading Pura Kereban Langit berada di Desa Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali. Jaraknya sekitar 13 km dari Denpasar. Rutenya dari Puspem Badung lanjutkan perjalanan hingga sampai di pertigaan Patung Rama dan Hanuman – Desa Sading – Br. Pekandelan. Sampai di perempatan Jalan Gede Desa pilih arah kiri atau menuju ke arah barat hingga sampai di Jaba Pura. Anda bisa parkir di sini untuk kemudian menuruni anak tangga menuju Pura Keraban Langit

 

13 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *